You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Giri Agung
Logo Desa Giri Agung
Desa Giri Agung

Kec. Sebulu, Kab. Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Selamat Datang di Website Resmi Desa Giri Agung

REMBUG STUNTING "Pencegahan dan Penanganan Stunting" Desa Giri Agung Tahun 2026

Administrator 02 Juli 2026 Dibaca 27 Kali
REMBUG STUNTING "Pencegahan dan Penanganan Stunting" Desa Giri Agung Tahun 2026

Giri Agung, (02/07/2026) - Pemerintah Desa Giri Agung menggelar Rembug Stunting dalam rangka pencegahan dan penanganan stunting Tahun 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Puskesmas Sebulu II Bapak Supriyanto. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kurang gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Hingga saat ini stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Untuk itu, pemerintah mendorong pelaksanaan rembug stunting guna mencegah dan menangani stunting.

Rembug ini melibatkan seluruh masyarakat yang diwakili oleh seluruh Ketua RT, Kader Posyandu, Tenaga Kesehatan Puskesmas Pembantu, Pendamping lokal desa Ibu Siti Fatimah dan Pemateri Bapak Chandra. Kegiatan ini membahas penyebab, penanganan dan pencegahan stunting.

Pendamping Desa Bapak Chandra dalam materinya menyampaikan, Stunting merupakan kondisi yang disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Untuk itu dalam penanganan dan pencegahannya melibatkan  peran aktif seluruh elemen masyarakat. Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor spesifik seperti kurang gizi dan infeksi penyakit, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti faktor ekonomi, globalisasi, sistem kesehatan dan pemberdayaan. Dengan demikian intervensi yang harus diberikan dalam penanganan dan pencegahan stunting yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif. 

Keberhasilan pencegahan stunting memerlukan kerjasama seluruh pihak. Dalam sambutannya Kepala Desa Giri Agung, Bapak Supriyadi menyampaikan , bawha stunting dapat dicegah melalui peran orang tua yang memastikan pemenuhan kebutuhan gizi dan pola asuh yang baik, serta peran pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan, edukasi, serta program intervensi gizi, dan didukung oleh masyarakat melalui kegiatan posyandu dan penyuluhan kesehatan. Stunting berdampak pada masa kanak-kanak hingga dewasa, dan berdampak secara nasional karena dapat mengahambat pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu pemerintah desa terus berharap dengan diadakan rembug stunting dapat meningkatkan kesadaran dan kerja sama seluruh elemen masyarakat sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan sumber daya manusia yang berkualitas.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 6.005.520.366,98 Rp 6.005.520.366,98
100%
Belanja
Rp 124.400.000,00 Rp 5.783.508.532,14
2.15%
Pembiayaan
Rp -162.011.834,84 Rp -162.011.834,84
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 11.009.372,00 Rp 11.009.372,00
100%
Dana Desa
Rp 1.225.401.000,00 Rp 1.225.401.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 121.136.800,00 Rp 121.136.800,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 3.551.012.900,00 Rp 3.551.012.900,00
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 75.000.000,00 Rp 75.000.000,00
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 984.419.600,00 Rp 984.419.600,00
100%
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-Tahun Sebelumnya
Rp 36.056.142,00 Rp 36.056.142,00
100%
Bunga Bank
Rp 1.484.552,98 Rp 1.484.552,98
100%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 0,00 Rp 2.159.615.922,14
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 0,00 Rp 2.036.302.930,00
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 0,00 Rp 1.439.689.680,00
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 38.000.000,00 Rp 38.000.000,00
100%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 86.400.000,00 Rp 109.900.000,00
78.62%